Terima Les Private

Menerima Les Private

Sekolah Dasar
Kelas 4 5 6
Mata Pelajaran
Matematika
Bahasa Inggris

1 kali pertemuan dalam 1 minggu
Biaya menyesuaikan.
1 pertemuan maksimal 5 orang peserta.

SMP
Kelas 7 8 9
Mata Pelajaran
Matematika

Menerima Khursur intensif Persiapan Ujian Nasional SMP
1 kali pertemuan dalam 1 minggu
Biaya menyesuaikan.
1 pertemuan maksimal 5 orang peserta.

SMA
Kelas 10 11
Mata Pelajaran
Fisika dan Matematika

Menerima Khursur intensif Persiapan Ujian Nasional SMA
1 kali pertemuan dalam 1 minggu
Biaya menyesuaikan.
1 pertemuan maksimal 5 orang peserta.


Tempat Kursus Menyesuaikan
Hubungi Rudi Hartono via email ryudye_h92n@yahoo.com

Anemia Bisa Timbulkan Risiko Penyakit Jantung

Sumber : Merry Wahyuningsih - detikHealth

img

Jakarta, Bila Anda menderita anemia atau kurang darah sebaiknya segeralah obati penyakit tersebut dengan makan nutrisi yang tepat atau suplemen penambah darah. Karena bila dibiarkan anemia bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Anemia atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah merupakan suatu gejala yang disebabkan karena kurangnya zat besi di dalam tubuh. Zat besi sendiri merupakan bahan dasar dalam pembentukan hemoglobin pada darah yang membawa banyak oksigen.

Rendahnya kandungan besi (Fe) pada tubuh penderita anemia menyebabkan sel darah merah yang diproduksinya pun sedikit.

Padahal fungsi sel darah merah sangatlah penting, yaitu sebagai sarana transportasi zat gizi terutama oksigen. Itulah sebabnya mengapa orang anemia sering terlihat lemah, letih, lesu karena pasokan oksigen untuk melakukan seluruh aktivitasnya sangat minim.

"Anemia bisa memperberat kerja jantung. Kalau anemia, maka Hb (hemoglobin) rendah, padahal Hb kan membawa oksigen di dalam darah. Kalau oksigen yang dibawa sedikit akhirnya jantung bekerja lebih keras untuk mencukupi oksigen. Kalau lama-lama dibiarkan maka jantungnya akan rusak dan meningkatkan risiko penyakit jantung," jelas dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, disela-sela acara Temu Media 'Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik' di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Senin (21/3/2011).

Selain memperberat kerja jantung, jika anemia tidak tertangani dengan baik, maka dapat menyebabkan komplikasi termasuk kelelahan dan stres pada organ-organ tubuh yang tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Gejala yang timbul umumnya bervariasi, biasanya termasuk kelelahan, pucat, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, pusing, gangguan kognitif, tangan dan kaki yang dingin serta sakit kepala.

Awalnya anemia begitu ringan dan terjadi tanpa disadari, tapi lama kelamaan gejalanya akan meningkat dan memperburuk kondisi.

Anemia dapat dicegah, namun tergantung pada penyebabnya. Untuk anemia yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan, seperti anemia sel sabit, cara pencegahannya belum ditemukan.

Namun jika penyebabnya karena kekurangan zat besi, pencegahan bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan zat besi lewat makanan. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih diantaranya tiram, udang, hati sapi, daging, telur, susu, kacang polong hijau, kacang tanah, kedelai, dan sayuran hijau.

Yang perlu diperhatikan adalah zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi.

Selain itu, beras yang kerap menjadi makanan pokok pendamping lauk pauk juga ternyata dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Walaupun sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, jangan yakin dulu terbebas dari anemia. Untuk mengatasinya, Anda harus banyak mengonsumsi pangan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan stroberi yang dapat mempercepat penyerapan zat besi. Ketika menyantap daging, misalnya, pilih jus jeruk sebagai pelengkap.

Belajar Menjadi Entrepreneur Dari Pengusaha Becak (4)

By M. Suyanto


Pelajaran berikutnya dari dari pengusaha (entrepreneur) becak adalah tentang kepemilikan. Mengapa, dalam dua tahun milik Saudara kita Jawa, bermula dari 2 becak, setelah 2 tahun, tetap saja 2 becak? Dan mengapa Saudara kita Tionghoa, dari 2 becak menjadi 12 becak? Selain pemberian nama yang baik, bertindak efektif, juga yang dilakukan oleh pengusaha becak Saudara Tionghoa tersebut adalah cara menyikapi kepemilikan.

Pengusaha becak Saudara kita Jawa, menganggap bahwa kepemilikan becak itu dimiliki secara mutlak, tukang becak tidak boleh memiliki becak, sehingga Tukang becak itu menggunakan dan memelihara becak sewajarnya saja, karena bukan miliknya.Sedangkan pengusaha becak Saudara kita Tionghoa memberikan kesempatan kepada tukang becak dan memberi jalan keluar untuk memiliki becak. Pengusaha becak Saudara kita Tionghoa memiliki becak sejumlah 12 tersebut, sesungguhnya bukan becak miliknya semua, sebagian dari becak itu miliknya tukang becak. Tukang becak tersebut disuruh setor lebih tinggi dari biasanya, tetapi dalam waktu tertentu (misalnya 2 tahun), becak tersebut menjadi milik tukang becak. Karena merasa memiliki, maka tukang becak tersebut menggunakan dan memelihara becak tersebut sebaik mungkin.

Pelajaran yang sangat berharga dari Pengusaha becak Saudara kita Tionghoa adalah tentang kempemilikan. Seringkali kita telah dihinggapi konsep kepemilikan secara mutlak yang tidak dapat diganggu gugat, yang tidak mau berbagi, yang merupakan konsep kepemilikan kaum kapitalis. Dengan konsep kepemilikan secara mutlak tersebut, akhirnya kita memburu harta dengan segala cara, yang menuju ke kerakusan. Kalau bisa tujuh turunan, harta kita tidak akan habis. Jika seperti itu, maka barangkalakalau bahagia hanya sendirian, tetapi kalu jatuh tersungkur juga sendirian. Dengan kepemilikan berbagi, maka kebahagian, kesenangan dan kesusuhan dapat kita menikmati bersama.

Apalagi kalau kita memandang bahwa harta itu hanyalah titipan Tuhan atau amanah Tuhan, yang bermanfaat untuk orang lain, sehingga harta tersebut dapat berbagi dengan orang lain, maka hidup kita akan bahagia selamanya. Allah juga menganjurkan agar harta itu tidak beredar pada orang kaya saja. “Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”(Al Hasyr 7). Bahkan Allah melarang untuk menimbun harta. “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya” (Al Humazah 1-3).

Facebook